Hidup Indah dengan Ukhuwah

Kamis, 18 Juni 2015

Keinginan Kaum Wanita


Ialah ingin...
Didampingi seorang laki-laki yang sholeh..
Didampingi seorang laki-laki yang akan mampu menasehati dalam kebaikan

Didampingi seorang laki-laki yang akan mampu membimbing dan mendidik istri serta anaknya untuk meraih ridho-Nya
Didampingi seorang laki-laki yang mampu menafkahi lahir dan bathin

Didampingi seorang laki-laki yang akan mampu membawa kaum wanita menuju syurga-Nya
Didampingi seorang laki-laki yang taat dalam syariat...

Sabtu, 18 April 2015

MENCARI ISTRI TERBAIK DENGAN MATEMATIKA AL-KHAWARIZMI

Muhammad bin Musa Al Khawarizmi adalah ilmuwan matematika penemu bilangan nol. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar tahun 780. Karenanya ia dikenal sebagai Al Khawarizmi.

Al Khawarizmi juga disebut sebagai Bapak Matematika atau Bapak Aljabar. Sebab, aljabar yang hingga kini digunakan berasal dari bukunya, Al-Jabar. Buku karyanya itu membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Selain ahli matematika, Al Khawarizmi juga ahli astronomi dan astrologi.
Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya.
“Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.
Berarapun 0 dihimpun, ia tetap 0”
Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.
Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekedar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.
Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadits Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan pun memenuhi kehidupan pernikahan.
Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.
Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi anak-anaknya nanti.
Maka jika engkau bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi istri, sesuai rumus Al Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama carilah wanita shalihah barulah engkau perhitungkan kelebihan-kelebihan lainnya. (Berbagai sumber)


Kamis, 19 Maret 2015

BEGINILAH CARAKU



Dengan tak menghubngimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu
mungkin ini tak biasa
Tapi..bagiku
inilah cara terbaikku untuk mengenalmu
Aku mengagumimu dengan cara menjauh darimu
bukan karena aku membencimu,
justru karena aku mencintaimu
karena kesucian cinta tak akan melanggar sang penciptanya
dan aku ingin menjagaku dan menjagamu
menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku
inilah caraku mengagumimu

Dalam diamku,
dalam ketulusanku
dalam kesucianku
dalam cara tak biasaku

Caramu memang cantik, engkau menggunakan cara yang dicintai Rasulullah Saw
dan akupun menyukainya.

Meski sulit,
meski berat
meski sakit untukku
namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap
karena berharap hanya pantas pada sang pemberi nafas
karena berharap hanya pantas digantungkan pada sang pengatur detak jantung

Pada-Nya kuharap, Dia kan menjagamu untukku
Pada-Nya kutitipkan hatimu
biarlah ku hanya bisa menyapamu dalam doa
agar untukmulah segala kebaikan
agar bersamamulah segala keindahan

Insya Allah, Amiin yaa Rabb...
#teruntukmu disana yang juga merindu halal

Minggu, 15 Maret 2015

JIKA KETEGUHAN HATI ITU ALASAN MEMILIHMU, BISMILLAH...



Akan kuteguhkan hati untuk memilihmu.
Akan kuteguhkan diri untuk dapat memilikimu.

Akan tetapi..

Jika engkau bertanya sebesar apa rasa cintaku kepadamu..
Maka kujawab bahwa cintaku kepadamu tak mungkin melebihi rasa cintaku kepada Allah Rabb-ku.

Jika engkau bertanya sebesar apa rasa sukaku kepadamu..
Maka kujawab bahwa sukaku kepadamu tak mungkin melebihi rasa sukaku pada ibadah dan amal baikku.

Jika engkau bertanya sebesar apa rasa sayangku kepadamu..
Maka kujawab bahwa sayangku kepadamu tak mungkin melebihi rasa sayangku kepada Muhammad Nabi-ku.

Dan jika engkau bertanya sebesar apa rasa setiaku kepadamu..
Maka kujawab bahwa setiaku tak mungkin melebihi rasa setiaku kepada Islam Agama-ku.

Jika kita saling suka karena kecantikan dan keindahan serta kemuliaan akhlak..
Jika kita saling mencintai karena Allah..
Jika kita saling menyayangi dan saling setia hati karena niat ibadah..

Maka percayalah..!!

Bahwa Allah juga akan senantiasa menjaga dan akan memberikan cinta yang akan kita rajut bersama.

Dan Allah juga akan selalu menjaga cinta dari setiap hamba-Nya yang senantiasa melebihkan rasa cinta kepada-Nya dibanding cinta pada yang lainnya.

InsyaAllah...
#Teruntuknya yang sudah disiapkan oleh-Nya ;)

Selasa, 06 Januari 2015

Doa Nabi Ibrahim As Agar hati Cenderung Ke Ka'bah




“kapan ya saya bisa berdoa di dekat ka’bah”
“kalau sudah pernah pergi, pengen pergi lagi lihat ka’bah”
“saya mau dikirim ke mekkah pas musim haji, walapun jadi petugas bersih-bersih”
Demikianlah komentar orang-orang yang menunjukkan mereka sangat ingin dan cenderung hati mereka untuk melihat ka’bah dan menunaikan ibadah haji. Hal ini karena memang doa dari nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau berdoa,
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS. Ibrahim: 37).
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Allah mewajibkan haji ke Baitullah di mana Allah menempatkan anak keturuan nabi Ibrahim dan Allah menjadikannya suatu rahasia mengagumkan yang memikat di hati. Yaitu orang berhaji (ke Ka’bah) dan tidak ditunaikan terus menerus, namun setiap kali seorang hamba pergi bolak-balik ke ka’bah maka semakin bertambah kerinduannya, semakin besar kecintaannya dan kerinduannya“ (Taisir karimir rahman, hal. 427)
Fairuz Abadi rahimahullah membawakan tafsir Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu,  “(maka jadikanlah hati sebagian manusia), yaitu hati sebagian manusia, (cenderung kepada mereka) yaitu rindu dan menginginkan (pergi ke Ka’bah / Mekkah) setiap tahun” (Tanwirul Miqbas, hal. 214).
Dalam kitab At-tafsir Al-Muyassar, “(Nabi Ibrahim berkata) Wahai Rabb sesungguhnya saya melakukan ini karena perintah-Mu, agar mereka menunaikan shalat sesuai dengan tuntunan-Mu, jadikan hati sebagian mahkluk-Mu agar cenderung kepada ka’bah/Mekkah dan mencintainya” (At-tafsir Al-Muyassar, hal 260).