Bismillahirrahmanirrahim,
*Buya Yahya
Jika terdapat sebuah kelompok berjumlah tiga orang maka harus ditentukan siapa yang menjadi imam, akan tetapi dalam berumah tangga imam sudah ditentukan yaitu laki-laki.
Berikut ini dijelaskan syarat menjadi pemimpin dalam rumah tangga, yaitu:
1. Uswatun hasanah
Menjadi contoh yang baik untuk mengukur agar seseorang bisa membawa istri dan anaknya kelak seperti apa.
2. Senang mengambil pendapat dari orang disekitarnya
Mendengar usulan positif dari orang yang dipimpinnya bukan berarti diktator. Mewujudkan masa syuro sebagai musyawarah dengan mengambil pendapat yang baik. Dalam hal ini adalah orang yang layak untuk dimintai pendapatnya
3. Bisa mempercayakan tugasnya kepada orang lain
Seperti halnya wakil karena dalam berumah tangga istri diibaratkan pembantu, tidak semuanya dapat dikerjakan sendiri maka disinilah peran sebagai patner untuk saling membantu dan melengkapi
4. Harus sepakat bahwa semua usulan ada pada keputusan pemimpin
Setelah pengambilan pendapat dilakukan barulah kita sepaham bahwa segala keputusan akhir diserahkan pada sang pemimpin, yaitu suami.
*Bunda Titi Satriowati, S.Psi
Dalam sebuah rumah tangga suatu kepemimpinan bisa dilihat dari kematangan pribadinya. contoh pribadi yang matangan dapat dilihat dari beberapa hal berikut:
1. *Dilihat dari usia, dapat mengolah konflik dalam diri ataupun di luar dirinya
2. *Karakter calon pendamping seperti apa, ketika dalam mencari pasangan diibaratkan seperti mencari asisstant sehingga harus “Klik” agar tidak menggantungkan diri pada istri sehingga tidak ada istilah istri dominan atau suami yang dominan.
3. * Mengetahui kewajiban suami dan istri
4. *Dan tidak saling menyalahkan
wallahua’lam bishowaab..
Pesan Hikmah Rumahku Syurgaku | 26 Jumadil Akhir 1433H (180512)