Cara Pencegahan dan Penanggulangan Bahan Pencemar Tanah
Kata Kunci: limbah, pupuk, radioaktif, sampah
Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009
Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dalam arti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alami maupun akibat aktivisas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan tindakan penanggulangan.
Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah pencegahan
Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
1) Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk. Untuk mengurangi terciumnya bau busuk dari gas-gas yang timbul pada proses pembusukan, maka penguburan sampah dilakukan secara berlapis-lapis dengan tanah.
2) Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
3) Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
4) Sampah zat radioaktif sebelum dibuang, disimpan dahulu pada sumursumur atau tangki dalam jangka waktu yang cukup lama sampai tidak berbahaya, baru dibuang ke tempat yang jauh dari pemukiman, misal pulau karang, yang tidak berpenghuni atau ke dasar lautan yang sangat dalam.
5) Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.
6) Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme.
Langkah penanggulangan
Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemara tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. Langkah tindakan penanggulangan yang dapat dilakukan antara lain dengan cara:
1) Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barangbarang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah.
2) Bekas bahan bangunan (seperti keramik, batu-batu, pasir, kerikil, batu bata, berangkal) yang dapat menyebabkan tanah menjadi tidak/kurang subur, dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih.
3) Hujan asam yang menyebabkan pH tanah menjadi tidak sesuai lagi untuk tanaman, maka tanah perlu ditambah dengan kapur agar pH asam berkurang.
Dengan melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan hidup (pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah) berarti kita melakukan pengawasan, pengendalian, pemulihan, pelestarian dan pengembangan terhadap pemanfaatan lingkungan) udara, air dan tanah) yang telah disediakan dan diatur oleh Allah sang pencipta, dengan demikian berarti kita mensyukuri anugerah-Nya.
Dunia ini indah dengan ukhuwah, Rabb dekap aku dalam syahdu tasbih bumi langit di sepanjang jalan masa-Mu
Hidup Indah dengan Ukhuwah
Sabtu, 09 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
Analisis Kualitas Lingkunga
Analisis kualitas lingkungan
Deskripsi Lingkungan Rumah Pribadi dan Sekitar Tempat Tinggal
(Residence : Jl. dr. Setia budi Gg. Flamboyan ds. Tegal karang Blok sumur wungu Palimanan – Cirebon)
Kehidupan manusia tidak akan lepas dari lingkungan. Karena lingkungan adalah kombinasi terkait antar berbagai komponen, baik itu ditinjau dari sisi SDM (sumber daya manusia) dan juga SDA(sumber daya alam). Tatanan ruang lingkup kehidupan di desa Tegal Karang bisa dikatan baik. Karena selain keadaan lingkungan yang mendukung juga kondisi masyarakat yang aman dan tentaram. Semua itu tentu saja ada keterkaitan erat hubungan dengan lingkungan yaitu secara biologi, fisik, kimiawi, dan soial budaya sekalipun.
Dimulai dari keberadaan penduduknya. Penduduk didesa kami sadar akan lingkungan, mereka memperhatikan betul kebersihan sampah sekitar khususnya dalam memelihara kebersihan tempat lingkungan mereka tinggal. Adapun kalau ditemukan adanya kerusakan-kerusakan cukup fatal warga kami tak segan-segan untuk turut bersama-sama menyelesaikannya. Padahal karang taruna didesa kami belum berjalan. Nilai gotong ronyong pun masih dijunjung tinggi bagi kami.yang memiliki tata cara bergaul yang berbeda dengan orang kota. Hanya saja dalam menghadapi kasus pembuangan sampah masyarakat belum begitu paham, mereka belum terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Mereka beranggapan bahwa memusnahkan sampah dengan dibakar adalah solusi terbaik, padahal justru akan menghasilkan limbah polusi baru selain dari jenis limbahnya tidak ramah lingkungan.
Bagian halaman depan disekitar rumah terdapat taman kecil, fungsinya yaitu sebagai penghijauan. Letaknya berada dibagian depan dan juga samping. Hal itu dirasa cukup karena saat ada orang bersinggah kerumah kami suasana yang cukup menghibur untuk memanjakan mata. Meskipun didesa namun layout (penataan) rumah cukup baik sehingga antara tetanggan yang satu dengan yang lain tertata rapih dan tidak saling berhimpit. Ini diakibatkan karena mungkin keadaan penduduk di desa belum begitu padat.
Secara biofisik, komponen lingkungan didesa kami terdiri dari komunitas yang cukup lengkap seperti adanya peternakan, pertanian, dan peridustrian. Dan semua itu mendukung dalam interaksi antara kegiatan aktifitas yang satu dengan yang lain. Seperti di rumah saya terdapat peternakan mini, populasi ternak ayam. Meskipun mini tetapi banyak memberikan manfaat dari sisi ekonomis. Namun dalam jangka panjang pemeliharaan ini membutuhkan perhatian dari segi kesehatan dan kebersihannya. Karena berpotensi juga dalam polusi udara yang menyebabkan O2 tercemar akibat dari pembuangan kotoran ayam tersebut. Yang saya ketahui mayoritas penduduk desa yang hobi dalam beternak itu lokasi dan lahannya tidaklah jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada juga sebagian lahan atau halaman belakang yang masih memiliki kekosongan ruang dimanfaatkan untuk lahan peternakan, tetapi jarang sekali diantara mereka yang peduli akan kebersihan disekitar tempat tinggal tersebut.
Cirebon memiliki suhu udara yang bisa dikatakan panas (35-37oC), tetapi kawasan di tempat tinggal saya memiliki penghijauan sebagai penangkalnya. Karena disetiap rumah hampir memilki pohon besar dihalaman rumahnya, seperti pohon mangga. Selain dapat menuai buahnya, pohon mangga ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh didaerah dataran rendah. Hanya saja di pagi hari terkadang udara yang terhirup tak lagi menyejukkan karena pengaruh dari limbah pabrik.
Sekitar + 3 Km kawasan desa kami dekat dengan pabrik industri seperti pabrik spirtus, penggalian gunung kapur dan juga pabrik semen. Bau asam yang menyengat sering kali kami temukan, kami pun sudah menduga bahwa ini adalah dampak dari pembuangan limbah pabrik yang dirasa kurang menguntungkan. Tetapi pada siang hari bau itu mulai menghilang. Sebetulnya dampak tersebut tak begitu berarti bagi kami yang memang tidak begitu paham harus menyikapinya seperti apa ! hanya saja kami merasa tidak nyaman jika dipagi hari kami harus selalu menghirup aroma yang asam yang cukup menyengat.
Akibatnya efek dari perairan disungai pun dirasa tak lagi memberikan manfaat besarnya terlebih dikonsumsi untuk air minum. Ikan-ikan dan plankton mulai jarang terlihat disana karena perairan yang terihat keruh dan kecoklatan. Namun bagi para petani, mereka biasa memanfaatkannya untuk aliran irigasi bagi sawah-sawah mereka. Tak jarang juga ditemukan bahwa para petani didesa kami pun mereka masih mengasumsi penggunaan pestisida secara berlebih. Itu terlihat langsung hasil panen mereka cepat tumbuh dan sayurannya pun terlihat cukup segar-segar. Dan saat dikonsumsi rasanya pun berbeda dengan sayur segar organik. Umumnya didesa kami melakukan sistem tanam sebanyak dua kali-tiga kali.
Dirumah, apabila ditinjau dari sisi kadar kebersihan air cukup dikatakan kategori air yang sehat karena memiliki karakter tidak berasa dan juga berbau. Meskipun dari sisi udara bisa dikatakan tercemar. Untuk keadaan tanahnya sendiri pun dikatakan subur karena jenis tanahnya tidak tandus meskipun ada sekitar ½ Km dari perumahan kami terdapat tempat tinggal yang mulai susah ditemukannya air. Sebetulnya lahan pertanian ditempat saya tinggal dikatakan cukup luas. Hanya saja seiring bertambah tahun dan jumlah penduduk sebagian lahan pertanian banyak yang dialih fungsikan sebagai perumahan. Sementara itu peran dan fungsi tanah disekitar rumah masih termanfaatkan dengan baik karena terdapat lahan tanah terbuka sehingga tidak terjadi krisis air di saat musim kemarau.
Created by : Eni Triyani
Deskripsi Lingkungan Rumah Pribadi dan Sekitar Tempat Tinggal
(Residence : Jl. dr. Setia budi Gg. Flamboyan ds. Tegal karang Blok sumur wungu Palimanan – Cirebon)
Kehidupan manusia tidak akan lepas dari lingkungan. Karena lingkungan adalah kombinasi terkait antar berbagai komponen, baik itu ditinjau dari sisi SDM (sumber daya manusia) dan juga SDA(sumber daya alam). Tatanan ruang lingkup kehidupan di desa Tegal Karang bisa dikatan baik. Karena selain keadaan lingkungan yang mendukung juga kondisi masyarakat yang aman dan tentaram. Semua itu tentu saja ada keterkaitan erat hubungan dengan lingkungan yaitu secara biologi, fisik, kimiawi, dan soial budaya sekalipun.
Dimulai dari keberadaan penduduknya. Penduduk didesa kami sadar akan lingkungan, mereka memperhatikan betul kebersihan sampah sekitar khususnya dalam memelihara kebersihan tempat lingkungan mereka tinggal. Adapun kalau ditemukan adanya kerusakan-kerusakan cukup fatal warga kami tak segan-segan untuk turut bersama-sama menyelesaikannya. Padahal karang taruna didesa kami belum berjalan. Nilai gotong ronyong pun masih dijunjung tinggi bagi kami.yang memiliki tata cara bergaul yang berbeda dengan orang kota. Hanya saja dalam menghadapi kasus pembuangan sampah masyarakat belum begitu paham, mereka belum terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Mereka beranggapan bahwa memusnahkan sampah dengan dibakar adalah solusi terbaik, padahal justru akan menghasilkan limbah polusi baru selain dari jenis limbahnya tidak ramah lingkungan.
Bagian halaman depan disekitar rumah terdapat taman kecil, fungsinya yaitu sebagai penghijauan. Letaknya berada dibagian depan dan juga samping. Hal itu dirasa cukup karena saat ada orang bersinggah kerumah kami suasana yang cukup menghibur untuk memanjakan mata. Meskipun didesa namun layout (penataan) rumah cukup baik sehingga antara tetanggan yang satu dengan yang lain tertata rapih dan tidak saling berhimpit. Ini diakibatkan karena mungkin keadaan penduduk di desa belum begitu padat.
Secara biofisik, komponen lingkungan didesa kami terdiri dari komunitas yang cukup lengkap seperti adanya peternakan, pertanian, dan peridustrian. Dan semua itu mendukung dalam interaksi antara kegiatan aktifitas yang satu dengan yang lain. Seperti di rumah saya terdapat peternakan mini, populasi ternak ayam. Meskipun mini tetapi banyak memberikan manfaat dari sisi ekonomis. Namun dalam jangka panjang pemeliharaan ini membutuhkan perhatian dari segi kesehatan dan kebersihannya. Karena berpotensi juga dalam polusi udara yang menyebabkan O2 tercemar akibat dari pembuangan kotoran ayam tersebut. Yang saya ketahui mayoritas penduduk desa yang hobi dalam beternak itu lokasi dan lahannya tidaklah jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada juga sebagian lahan atau halaman belakang yang masih memiliki kekosongan ruang dimanfaatkan untuk lahan peternakan, tetapi jarang sekali diantara mereka yang peduli akan kebersihan disekitar tempat tinggal tersebut.
Cirebon memiliki suhu udara yang bisa dikatakan panas (35-37oC), tetapi kawasan di tempat tinggal saya memiliki penghijauan sebagai penangkalnya. Karena disetiap rumah hampir memilki pohon besar dihalaman rumahnya, seperti pohon mangga. Selain dapat menuai buahnya, pohon mangga ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh didaerah dataran rendah. Hanya saja di pagi hari terkadang udara yang terhirup tak lagi menyejukkan karena pengaruh dari limbah pabrik.
Sekitar + 3 Km kawasan desa kami dekat dengan pabrik industri seperti pabrik spirtus, penggalian gunung kapur dan juga pabrik semen. Bau asam yang menyengat sering kali kami temukan, kami pun sudah menduga bahwa ini adalah dampak dari pembuangan limbah pabrik yang dirasa kurang menguntungkan. Tetapi pada siang hari bau itu mulai menghilang. Sebetulnya dampak tersebut tak begitu berarti bagi kami yang memang tidak begitu paham harus menyikapinya seperti apa ! hanya saja kami merasa tidak nyaman jika dipagi hari kami harus selalu menghirup aroma yang asam yang cukup menyengat.
Akibatnya efek dari perairan disungai pun dirasa tak lagi memberikan manfaat besarnya terlebih dikonsumsi untuk air minum. Ikan-ikan dan plankton mulai jarang terlihat disana karena perairan yang terihat keruh dan kecoklatan. Namun bagi para petani, mereka biasa memanfaatkannya untuk aliran irigasi bagi sawah-sawah mereka. Tak jarang juga ditemukan bahwa para petani didesa kami pun mereka masih mengasumsi penggunaan pestisida secara berlebih. Itu terlihat langsung hasil panen mereka cepat tumbuh dan sayurannya pun terlihat cukup segar-segar. Dan saat dikonsumsi rasanya pun berbeda dengan sayur segar organik. Umumnya didesa kami melakukan sistem tanam sebanyak dua kali-tiga kali.
Dirumah, apabila ditinjau dari sisi kadar kebersihan air cukup dikatakan kategori air yang sehat karena memiliki karakter tidak berasa dan juga berbau. Meskipun dari sisi udara bisa dikatakan tercemar. Untuk keadaan tanahnya sendiri pun dikatakan subur karena jenis tanahnya tidak tandus meskipun ada sekitar ½ Km dari perumahan kami terdapat tempat tinggal yang mulai susah ditemukannya air. Sebetulnya lahan pertanian ditempat saya tinggal dikatakan cukup luas. Hanya saja seiring bertambah tahun dan jumlah penduduk sebagian lahan pertanian banyak yang dialih fungsikan sebagai perumahan. Sementara itu peran dan fungsi tanah disekitar rumah masih termanfaatkan dengan baik karena terdapat lahan tanah terbuka sehingga tidak terjadi krisis air di saat musim kemarau.
Created by : Eni Triyani
Analisis Kualitas Lingkunga
Analisis kualitas lingkungan
Deskripsi Lingkungan Rumah Pribadi dan Sekitar Tempat Tinggal
(Residence : Jl. dr. Setia budi Gg. Flamboyan ds. Tegal karang Blok sumur wungu Palimanan – Cirebon)
Kehidupan manusia tidak akan lepas dari lingkungan. Karena lingkungan adalah kombinasi terkait antar berbagai komponen, baik itu ditinjau dari sisi SDM (sumber daya manusia) dan juga SDA(sumber daya alam). Tatanan ruang lingkup kehidupan di desa Tegal Karang bisa dikatan baik. Karena selain keadaan lingkungan yang mendukung juga kondisi masyarakat yang aman dan tentaram. Semua itu tentu saja ada keterkaitan erat hubungan dengan lingkungan yaitu secara biologi, fisik, kimiawi, dan soial budaya sekalipun.
Dimulai dari keberadaan penduduknya. Penduduk didesa kami sadar akan lingkungan, mereka memperhatikan betul kebersihan sampah sekitar khususnya dalam memelihara kebersihan tempat lingkungan mereka tinggal. Adapun kalau ditemukan adanya kerusakan-kerusakan cukup fatal warga kami tak segan-segan untuk turut bersama-sama menyelesaikannya. Padahal karang taruna didesa kami belum berjalan. Nilai gotong ronyong pun masih dijunjung tinggi bagi kami.yang memiliki tata cara bergaul yang berbeda dengan orang kota. Hanya saja dalam menghadapi kasus pembuangan sampah masyarakat belum begitu paham, mereka belum terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Mereka beranggapan bahwa memusnahkan sampah dengan dibakar adalah solusi terbaik, padahal justru akan menghasilkan limbah polusi baru selain dari jenis limbahnya tidak ramah lingkungan.
Bagian halaman depan disekitar rumah terdapat taman kecil, fungsinya yaitu sebagai penghijauan. Letaknya berada dibagian depan dan juga samping. Hal itu dirasa cukup karena saat ada orang bersinggah kerumah kami suasana yang cukup menghibur untuk memanjakan mata. Meskipun didesa namun layout (penataan) rumah cukup baik sehingga antara tetanggan yang satu dengan yang lain tertata rapih dan tidak saling berhimpit. Ini diakibatkan karena mungkin keadaan penduduk di desa belum begitu padat.
Secara biofisik, komponen lingkungan didesa kami terdiri dari komunitas yang cukup lengkap seperti adanya peternakan, pertanian, dan peridustrian. Dan semua itu mendukung dalam interaksi antara kegiatan aktifitas yang satu dengan yang lain. Seperti di rumah saya terdapat peternakan mini, populasi ternak ayam. Meskipun mini tetapi banyak memberikan manfaat dari sisi ekonomis. Namun dalam jangka panjang pemeliharaan ini membutuhkan perhatian dari segi kesehatan dan kebersihannya. Karena berpotensi juga dalam polusi udara yang menyebabkan O2 tercemar akibat dari pembuangan kotoran ayam tersebut. Yang saya ketahui mayoritas penduduk desa yang hobi dalam beternak itu lokasi dan lahannya tidaklah jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada juga sebagian lahan atau halaman belakang yang masih memiliki kekosongan ruang dimanfaatkan untuk lahan peternakan, tetapi jarang sekali diantara mereka yang peduli akan kebersihan disekitar tempat tinggal tersebut.
Cirebon memiliki suhu udara yang bisa dikatakan panas (35-37oC), tetapi kawasan di tempat tinggal saya memiliki penghijauan sebagai penangkalnya. Karena disetiap rumah hampir memilki pohon besar dihalaman rumahnya, seperti pohon mangga. Selain dapat menuai buahnya, pohon mangga ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh didaerah dataran rendah. Hanya saja di pagi hari terkadang udara yang terhirup tak lagi menyejukkan karena pengaruh dari limbah pabrik.
Sekitar + 3 Km kawasan desa kami dekat dengan pabrik industri seperti pabrik spirtus, penggalian gunung kapur dan juga pabrik semen. Bau asam yang menyengat sering kali kami temukan, kami pun sudah menduga bahwa ini adalah dampak dari pembuangan limbah pabrik yang dirasa kurang menguntungkan. Tetapi pada siang hari bau itu mulai menghilang. Sebetulnya dampak tersebut tak begitu berarti bagi kami yang memang tidak begitu paham harus menyikapinya seperti apa ! hanya saja kami merasa tidak nyaman jika dipagi hari kami harus selalu menghirup aroma yang asam yang cukup menyengat.
Akibatnya efek dari perairan disungai pun dirasa tak lagi memberikan manfaat besarnya terlebih dikonsumsi untuk air minum. Ikan-ikan dan plankton mulai jarang terlihat disana karena perairan yang terihat keruh dan kecoklatan. Namun bagi para petani, mereka biasa memanfaatkannya untuk aliran irigasi bagi sawah-sawah mereka. Tak jarang juga ditemukan bahwa para petani didesa kami pun mereka masih mengasumsi penggunaan pestisida secara berlebih. Itu terlihat langsung hasil panen mereka cepat tumbuh dan sayurannya pun terlihat cukup segar-segar. Dan saat dikonsumsi rasanya pun berbeda dengan sayur segar organik. Umumnya didesa kami melakukan sistem tanam sebanyak dua kali-tiga kali.
Dirumah, apabila ditinjau dari sisi kadar kebersihan air cukup dikatakan kategori air yang sehat karena memiliki karakter tidak berasa dan juga berbau. Meskipun dari sisi udara bisa dikatakan tercemar. Untuk keadaan tanahnya sendiri pun dikatakan subur karena jenis tanahnya tidak tandus meskipun ada sekitar ½ Km dari perumahan kami terdapat tempat tinggal yang mulai susah ditemukannya air. Sebetulnya lahan pertanian ditempat saya tinggal dikatakan cukup luas. Hanya saja seiring bertambah tahun dan jumlah penduduk sebagian lahan pertanian banyak yang dialih fungsikan sebagai perumahan. Sementara itu peran dan fungsi tanah disekitar rumah masih termanfaatkan dengan baik karena terdapat lahan tanah terbuka sehingga tidak terjadi krisis air di saat musim kemarau.
Created by : Eni Triyani
Deskripsi Lingkungan Rumah Pribadi dan Sekitar Tempat Tinggal
(Residence : Jl. dr. Setia budi Gg. Flamboyan ds. Tegal karang Blok sumur wungu Palimanan – Cirebon)
Kehidupan manusia tidak akan lepas dari lingkungan. Karena lingkungan adalah kombinasi terkait antar berbagai komponen, baik itu ditinjau dari sisi SDM (sumber daya manusia) dan juga SDA(sumber daya alam). Tatanan ruang lingkup kehidupan di desa Tegal Karang bisa dikatan baik. Karena selain keadaan lingkungan yang mendukung juga kondisi masyarakat yang aman dan tentaram. Semua itu tentu saja ada keterkaitan erat hubungan dengan lingkungan yaitu secara biologi, fisik, kimiawi, dan soial budaya sekalipun.
Dimulai dari keberadaan penduduknya. Penduduk didesa kami sadar akan lingkungan, mereka memperhatikan betul kebersihan sampah sekitar khususnya dalam memelihara kebersihan tempat lingkungan mereka tinggal. Adapun kalau ditemukan adanya kerusakan-kerusakan cukup fatal warga kami tak segan-segan untuk turut bersama-sama menyelesaikannya. Padahal karang taruna didesa kami belum berjalan. Nilai gotong ronyong pun masih dijunjung tinggi bagi kami.yang memiliki tata cara bergaul yang berbeda dengan orang kota. Hanya saja dalam menghadapi kasus pembuangan sampah masyarakat belum begitu paham, mereka belum terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Mereka beranggapan bahwa memusnahkan sampah dengan dibakar adalah solusi terbaik, padahal justru akan menghasilkan limbah polusi baru selain dari jenis limbahnya tidak ramah lingkungan.
Bagian halaman depan disekitar rumah terdapat taman kecil, fungsinya yaitu sebagai penghijauan. Letaknya berada dibagian depan dan juga samping. Hal itu dirasa cukup karena saat ada orang bersinggah kerumah kami suasana yang cukup menghibur untuk memanjakan mata. Meskipun didesa namun layout (penataan) rumah cukup baik sehingga antara tetanggan yang satu dengan yang lain tertata rapih dan tidak saling berhimpit. Ini diakibatkan karena mungkin keadaan penduduk di desa belum begitu padat.
Secara biofisik, komponen lingkungan didesa kami terdiri dari komunitas yang cukup lengkap seperti adanya peternakan, pertanian, dan peridustrian. Dan semua itu mendukung dalam interaksi antara kegiatan aktifitas yang satu dengan yang lain. Seperti di rumah saya terdapat peternakan mini, populasi ternak ayam. Meskipun mini tetapi banyak memberikan manfaat dari sisi ekonomis. Namun dalam jangka panjang pemeliharaan ini membutuhkan perhatian dari segi kesehatan dan kebersihannya. Karena berpotensi juga dalam polusi udara yang menyebabkan O2 tercemar akibat dari pembuangan kotoran ayam tersebut. Yang saya ketahui mayoritas penduduk desa yang hobi dalam beternak itu lokasi dan lahannya tidaklah jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada juga sebagian lahan atau halaman belakang yang masih memiliki kekosongan ruang dimanfaatkan untuk lahan peternakan, tetapi jarang sekali diantara mereka yang peduli akan kebersihan disekitar tempat tinggal tersebut.
Cirebon memiliki suhu udara yang bisa dikatakan panas (35-37oC), tetapi kawasan di tempat tinggal saya memiliki penghijauan sebagai penangkalnya. Karena disetiap rumah hampir memilki pohon besar dihalaman rumahnya, seperti pohon mangga. Selain dapat menuai buahnya, pohon mangga ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh didaerah dataran rendah. Hanya saja di pagi hari terkadang udara yang terhirup tak lagi menyejukkan karena pengaruh dari limbah pabrik.
Sekitar + 3 Km kawasan desa kami dekat dengan pabrik industri seperti pabrik spirtus, penggalian gunung kapur dan juga pabrik semen. Bau asam yang menyengat sering kali kami temukan, kami pun sudah menduga bahwa ini adalah dampak dari pembuangan limbah pabrik yang dirasa kurang menguntungkan. Tetapi pada siang hari bau itu mulai menghilang. Sebetulnya dampak tersebut tak begitu berarti bagi kami yang memang tidak begitu paham harus menyikapinya seperti apa ! hanya saja kami merasa tidak nyaman jika dipagi hari kami harus selalu menghirup aroma yang asam yang cukup menyengat.
Akibatnya efek dari perairan disungai pun dirasa tak lagi memberikan manfaat besarnya terlebih dikonsumsi untuk air minum. Ikan-ikan dan plankton mulai jarang terlihat disana karena perairan yang terihat keruh dan kecoklatan. Namun bagi para petani, mereka biasa memanfaatkannya untuk aliran irigasi bagi sawah-sawah mereka. Tak jarang juga ditemukan bahwa para petani didesa kami pun mereka masih mengasumsi penggunaan pestisida secara berlebih. Itu terlihat langsung hasil panen mereka cepat tumbuh dan sayurannya pun terlihat cukup segar-segar. Dan saat dikonsumsi rasanya pun berbeda dengan sayur segar organik. Umumnya didesa kami melakukan sistem tanam sebanyak dua kali-tiga kali.
Dirumah, apabila ditinjau dari sisi kadar kebersihan air cukup dikatakan kategori air yang sehat karena memiliki karakter tidak berasa dan juga berbau. Meskipun dari sisi udara bisa dikatakan tercemar. Untuk keadaan tanahnya sendiri pun dikatakan subur karena jenis tanahnya tidak tandus meskipun ada sekitar ½ Km dari perumahan kami terdapat tempat tinggal yang mulai susah ditemukannya air. Sebetulnya lahan pertanian ditempat saya tinggal dikatakan cukup luas. Hanya saja seiring bertambah tahun dan jumlah penduduk sebagian lahan pertanian banyak yang dialih fungsikan sebagai perumahan. Sementara itu peran dan fungsi tanah disekitar rumah masih termanfaatkan dengan baik karena terdapat lahan tanah terbuka sehingga tidak terjadi krisis air di saat musim kemarau.
Created by : Eni Triyani
Langganan:
Postingan (Atom)