Hidup Indah dengan Ukhuwah

Jumat, 08 Januari 2010

Analisis Kualitas Lingkunga

Analisis kualitas lingkungan

Deskripsi Lingkungan Rumah Pribadi dan Sekitar Tempat Tinggal
(Residence : Jl. dr. Setia budi Gg. Flamboyan ds. Tegal karang Blok sumur wungu Palimanan – Cirebon)


Kehidupan manusia tidak akan lepas dari lingkungan. Karena lingkungan adalah kombinasi terkait antar berbagai komponen, baik itu ditinjau dari sisi SDM (sumber daya manusia) dan juga SDA(sumber daya alam). Tatanan ruang lingkup kehidupan di desa Tegal Karang bisa dikatan baik. Karena selain keadaan lingkungan yang mendukung juga kondisi masyarakat yang aman dan tentaram. Semua itu tentu saja ada keterkaitan erat hubungan dengan lingkungan yaitu secara biologi, fisik, kimiawi, dan soial budaya sekalipun.
Dimulai dari keberadaan penduduknya. Penduduk didesa kami sadar akan lingkungan, mereka memperhatikan betul kebersihan sampah sekitar khususnya dalam memelihara kebersihan tempat lingkungan mereka tinggal. Adapun kalau ditemukan adanya kerusakan-kerusakan cukup fatal warga kami tak segan-segan untuk turut bersama-sama menyelesaikannya. Padahal karang taruna didesa kami belum berjalan. Nilai gotong ronyong pun masih dijunjung tinggi bagi kami.yang memiliki tata cara bergaul yang berbeda dengan orang kota. Hanya saja dalam menghadapi kasus pembuangan sampah masyarakat belum begitu paham, mereka belum terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik. Mereka beranggapan bahwa memusnahkan sampah dengan dibakar adalah solusi terbaik, padahal justru akan menghasilkan limbah polusi baru selain dari jenis limbahnya tidak ramah lingkungan.
Bagian halaman depan disekitar rumah terdapat taman kecil, fungsinya yaitu sebagai penghijauan. Letaknya berada dibagian depan dan juga samping. Hal itu dirasa cukup karena saat ada orang bersinggah kerumah kami suasana yang cukup menghibur untuk memanjakan mata. Meskipun didesa namun layout (penataan) rumah cukup baik sehingga antara tetanggan yang satu dengan yang lain tertata rapih dan tidak saling berhimpit. Ini diakibatkan karena mungkin keadaan penduduk di desa belum begitu padat.
Secara biofisik, komponen lingkungan didesa kami terdiri dari komunitas yang cukup lengkap seperti adanya peternakan, pertanian, dan peridustrian. Dan semua itu mendukung dalam interaksi antara kegiatan aktifitas yang satu dengan yang lain. Seperti di rumah saya terdapat peternakan mini, populasi ternak ayam. Meskipun mini tetapi banyak memberikan manfaat dari sisi ekonomis. Namun dalam jangka panjang pemeliharaan ini membutuhkan perhatian dari segi kesehatan dan kebersihannya. Karena berpotensi juga dalam polusi udara yang menyebabkan O2 tercemar akibat dari pembuangan kotoran ayam tersebut. Yang saya ketahui mayoritas penduduk desa yang hobi dalam beternak itu lokasi dan lahannya tidaklah jauh dari tempat tinggal. Bahkan ada juga sebagian lahan atau halaman belakang yang masih memiliki kekosongan ruang dimanfaatkan untuk lahan peternakan, tetapi jarang sekali diantara mereka yang peduli akan kebersihan disekitar tempat tinggal tersebut.
Cirebon memiliki suhu udara yang bisa dikatakan panas (35-37oC), tetapi kawasan di tempat tinggal saya memiliki penghijauan sebagai penangkalnya. Karena disetiap rumah hampir memilki pohon besar dihalaman rumahnya, seperti pohon mangga. Selain dapat menuai buahnya, pohon mangga ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh didaerah dataran rendah. Hanya saja di pagi hari terkadang udara yang terhirup tak lagi menyejukkan karena pengaruh dari limbah pabrik.
Sekitar + 3 Km kawasan desa kami dekat dengan pabrik industri seperti pabrik spirtus, penggalian gunung kapur dan juga pabrik semen. Bau asam yang menyengat sering kali kami temukan, kami pun sudah menduga bahwa ini adalah dampak dari pembuangan limbah pabrik yang dirasa kurang menguntungkan. Tetapi pada siang hari bau itu mulai menghilang. Sebetulnya dampak tersebut tak begitu berarti bagi kami yang memang tidak begitu paham harus menyikapinya seperti apa ! hanya saja kami merasa tidak nyaman jika dipagi hari kami harus selalu menghirup aroma yang asam yang cukup menyengat.
Akibatnya efek dari perairan disungai pun dirasa tak lagi memberikan manfaat besarnya terlebih dikonsumsi untuk air minum. Ikan-ikan dan plankton mulai jarang terlihat disana karena perairan yang terihat keruh dan kecoklatan. Namun bagi para petani, mereka biasa memanfaatkannya untuk aliran irigasi bagi sawah-sawah mereka. Tak jarang juga ditemukan bahwa para petani didesa kami pun mereka masih mengasumsi penggunaan pestisida secara berlebih. Itu terlihat langsung hasil panen mereka cepat tumbuh dan sayurannya pun terlihat cukup segar-segar. Dan saat dikonsumsi rasanya pun berbeda dengan sayur segar organik. Umumnya didesa kami melakukan sistem tanam sebanyak dua kali-tiga kali.
Dirumah, apabila ditinjau dari sisi kadar kebersihan air cukup dikatakan kategori air yang sehat karena memiliki karakter tidak berasa dan juga berbau. Meskipun dari sisi udara bisa dikatakan tercemar. Untuk keadaan tanahnya sendiri pun dikatakan subur karena jenis tanahnya tidak tandus meskipun ada sekitar ½ Km dari perumahan kami terdapat tempat tinggal yang mulai susah ditemukannya air. Sebetulnya lahan pertanian ditempat saya tinggal dikatakan cukup luas. Hanya saja seiring bertambah tahun dan jumlah penduduk sebagian lahan pertanian banyak yang dialih fungsikan sebagai perumahan. Sementara itu peran dan fungsi tanah disekitar rumah masih termanfaatkan dengan baik karena terdapat lahan tanah terbuka sehingga tidak terjadi krisis air di saat musim kemarau.

Created by : Eni Triyani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar