Lembut sifatnya ialah hati,
hati yang menggerakkna seluruh raga untuk patuh kepada Rabbnya sang pencipta
pemilik hati. Ia pun rapuh saat segudang hawa nafsu gandrung kepadanya. Ia pun
juga kuat ketika raga yang lain lemah hati dapat selalu menguatkan diri. Dan
adawilayah rasa tanpa kata adalah hati. Hati yang selalu mengharap
cintanya tepaut hanya untuk-Mu sang pemilik hati, bukan karena siapa kepada
siapa dan untuk siapa. Tapi karena kebutuhan diri mencari sejati sang
pencipta-Nya dimana tempat ia kembali. Namu dalam panjatan doa ia selalu mengharap,
disaat Engkau mengenalkan cinta padanya cintakanlah ia pada sesuatu yang
mencntai-Mu sehingga ia tak disibukkan untuk mencintai sesuai selain dari-Mu.
Disana ada rasa bahagia, syahdu, bahkan lemah sekalipu tapi saling menguatkan
dan seperti itulah seharusnya.
Rasa itu tak pernah ia harap
dalam detik-detik waktu yang bergulir tapi selalu ia nanti kedatangannya. Dan
ia datang diwaktu yang tepat saat hati sudah mulai membukanya. Ini bukan
kehendaknya tapi semua sudah ada yang menggerakkan. Namun sayangnya ia harus
tertutup kembali disaat harapan tak sesuai dengan keinginan. Begitu kuatnya ia
menjunjung syari’at-Mu samapai-sampai rasa takut menyelimuti, adakah ketakutan
itu membuatnya resah dan berpaling darimu ? tidak, ia justru mencari-Mu semakin
ingin dekat denga-Mu agar tak terjebak dalam kubang kehinaan yang tak Engkau
ridhoi. Jika sendiri untuk menjadi mulia didekat-Mu tentu akan lebih baik dan
menenangkan dibanding mengikuti keinginan diri yang tak jelas arah dan lalai
dari-Mu.
Ia bertekad sudah, menunggu
saat yang tepat untuk mendapatkan yang hebat. Dan ia kembali menunggu
kedatangan itu, kali ini mengharap dari sesuatu yang benar-benar ia harap.
Harapan yang tak pernah lelah ia panjatkan dalam sujud-sujud panjangnya serta
larutan doa dalam memasrahkan diri. Ia sedang menata dan memantaskan diri
agar siap untuk dijemput. Ada malu yang menyusup ragu-ragu tapi tak lama itu
cepat berlalu, karena ia begitu menjaga makna sucinya hati untuk tetap terpaut
hatinya hanya kepada-Mu. Jagalah ia untuk tidak melanggar, jagalah ia untuk
selalu taat, dan bimbinglah ia mencri kebenaran dari fitrah sesungguhnya. Itu
akan lebih indah dan menentramkan. Rindu hatinya akan salalu ia jaga hanya
untuk-Mu sebelum pintu kehalalan terbuka. Meski raganya terpenjara sesungguhnya
kebebasan jiwa mengrharap untuk berdua dengan-Mu. Ia akan sambut dengan sepenuh
hati ketika tiba waktu tepat menurut-Nya bukan menurutku. Saling mencinta dalam
diam dan saling merindu dalam doa, biarkanlah seperti itu.
**Sabarlah menanti janji Allah kan pasti hadir tuk
datang menjemput hatimu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar