Hidup Indah dengan Ukhuwah

Rabu, 03 Desember 2014

WILAYAH RASA TANPA KATA ADALAH HATI

Lembut sifatnya ialah hati, hati yang menggerakkna seluruh raga untuk patuh kepada Rabbnya sang pencipta pemilik hati. Ia pun rapuh saat segudang hawa nafsu gandrung kepadanya. Ia pun juga kuat ketika raga yang lain lemah hati dapat selalu menguatkan diri. Dan adawilayah rasa tanpa kata adalah hati. Hati yang selalu mengharap cintanya tepaut hanya untuk-Mu sang pemilik hati, bukan karena siapa kepada siapa dan untuk siapa. Tapi karena kebutuhan diri mencari sejati sang pencipta-Nya dimana tempat ia kembali. Namu dalam panjatan doa ia selalu mengharap, disaat Engkau mengenalkan cinta padanya cintakanlah ia pada sesuatu yang mencntai-Mu sehingga ia tak disibukkan untuk mencintai sesuai selain dari-Mu. Disana ada rasa bahagia, syahdu, bahkan lemah sekalipu tapi saling menguatkan dan seperti itulah seharusnya.

Rasa itu tak pernah ia harap dalam detik-detik waktu yang bergulir tapi selalu ia nanti kedatangannya. Dan ia datang diwaktu yang tepat saat hati sudah mulai membukanya. Ini bukan kehendaknya tapi semua sudah ada yang menggerakkan. Namun sayangnya ia harus tertutup kembali disaat harapan tak sesuai dengan keinginan. Begitu kuatnya ia menjunjung syari’at-Mu samapai-sampai rasa takut menyelimuti, adakah ketakutan itu membuatnya resah dan berpaling darimu ? tidak, ia justru mencari-Mu semakin ingin dekat denga-Mu agar tak terjebak dalam kubang kehinaan yang tak Engkau ridhoi. Jika sendiri untuk menjadi mulia didekat-Mu tentu akan lebih baik dan menenangkan dibanding mengikuti keinginan diri yang tak jelas arah dan lalai dari-Mu.

Ia bertekad sudah, menunggu saat yang tepat untuk mendapatkan yang hebat. Dan ia kembali menunggu kedatangan itu, kali ini mengharap dari sesuatu yang benar-benar ia harap. Harapan yang tak pernah lelah ia panjatkan dalam sujud-sujud panjangnya serta larutan doa dalam memasrahkan diri. Ia sedang menata dan memantaskan  diri agar siap untuk dijemput. Ada malu yang menyusup ragu-ragu tapi tak lama itu cepat berlalu, karena ia begitu menjaga makna sucinya hati untuk tetap terpaut hatinya hanya kepada-Mu. Jagalah ia untuk tidak melanggar, jagalah ia untuk selalu taat, dan bimbinglah ia mencri kebenaran dari fitrah sesungguhnya. Itu akan lebih indah dan menentramkan. Rindu hatinya akan salalu ia jaga hanya untuk-Mu sebelum pintu kehalalan terbuka. Meski raganya terpenjara sesungguhnya kebebasan jiwa mengrharap untuk berdua dengan-Mu. Ia akan sambut dengan sepenuh hati ketika tiba waktu tepat menurut-Nya bukan menurutku. Saling mencinta dalam diam dan saling merindu dalam doa, biarkanlah seperti itu.


**Sabarlah menanti janji Allah kan pasti hadir tuk datang menjemput hatimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar