Bismillahirrahmanirrahim,
Dzhuk = rasa, tidak dapat dirasakan jika seseorang belum pernah merasakannya atau pengalaman. Cinta adalah nilai spirit transender mutlak. Cinta diibaratkan al hubbu yusimmu yu’mi (cinta akan membuat orang menjadi buta dan tuli). Bahkan ada yang beranggapan seperti pepatah “jika seseorang sedang jatuh cinta maka kotoran kucing berasa gula”. Akan tetapi cinta baru akan terasa ketika orang yang kita cintai telah tiada, sehingga orang yang mencintai selalu akan berjuang untuk yang dicintainya.
Imam syafi’i berkata: “Mencintai wanita bukan bala bencana akan tetapi orang yang tidak dekat dengan orang yang dicintainya adalah bala bencana karena orang yang mencintai tidak menginginkan seseorang yang diciintainya terbawa dalam keburukan.”
Mengenai Manajeman Cinta: “Berjuanglah untuk yang dicintai, selalu berkata yang baik untukmu bukan bukan untukku (menurut benteng syari’ah). Sementara Kaidah Cinta yaitu Selalu ingin membuat seseorang senang sehingga muncul pengabdian karena pengabdian adalah buah dari cinta dan kasih sayang.
Cinta adalah perasaan, puitis adalah perkataan, kalau ada orang mencintai tapi masih mempunyai problem hati, diibaratkan orang yang punya permasalahan dalam hal finansial berarti dia mencintai hartanya. Maka agama adalah benteng untuk memulai sebuah pernikahan. Nikahkanlah anakmu dengan orang yang saleh karena jika ia mencintaimu maka ia akan memuliakanmu dan jika ia tidak mencintai putrimu ia tidak akan dzalim. Buah cinta adalah cinta. Dapat memunculkan romantisme, akan tetapi romantisme tidak dibuat-buat. Cinta itu maknawi tidak terlihat dari sikap dzahir saja. Sakitnya cinta bisa mneghilangkan rasa sakit. Sakitnya cinta disebabkan karena adanya sakit. Jika membicarakan cinta berawal tapi tidak pernah berujung. Dalam urusan rumah tangga cinta adalah fondasinya dan agama adalah bentengnya. Cinta akan tumbuh ketika terlihat kebaikan lahir dan bathin.
Akan tetapi dikehidupan realita, kehidupan seseorang lebih memilih mencintai atau saling mencintai sebelum pernikahan. Mereka merasa dikabarkan kebaikan dalam hal finansial ketika mengambil keputusan tersebut. Akan tetapi orang yang mempunyai kepribadian matang akan dapat mengontrrol emosinya untuk tidak terjerat dalam permasalahan itu. syariat mengajarkan bahwa ketika dalam memilih sebuah pasangan maka jangan dilihat yang lain-lainnya terlebih dahulu tetapi agamanya yang paling utama.
Wallahua'lam bishowab,,
Pesan Hikmah Rumahku Syurgaku| Jumadil awal 1433H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar